Jl. Dr. Muwardi No.7, Pojok, Mulur, Bendosari, Sukoharjo
2025-03-05 12:47:42
Bulan Ramadan identik dengan berbuka puasa yang meriah dan menggoda. Salah satu yang paling dinantikan adalah aneka minuman segar yang menyertai momen berbuka. Namun, tidak semua minuman baik dikonsumsi saat puasa. Beberapa minuman justru berisiko mengganggu kesehatan, menghambat pencernaan, bahkan memicu penyakit tertentu jika dikonsumsi berlebihan.
Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat, berikut daftar minuman yang sebaiknya dihindari saat puasa Ramadan:
Minuman bersoda memang menyegarkan saat berbuka, apalagi dalam keadaan haus setelah seharian berpuasa. Namun, kandungan karbonasi dan gula tinggi di dalam soda dapat menyebabkan perut kembung, asam lambung naik, dan gangguan pencernaan. Selain itu, lonjakan gula yang tiba-tiba berisiko memicu kelelahan cepat setelah berbuka.
Ganti dengan air mineral dingin atau infused water dengan irisan lemon dan mint yang lebih segar dan sehat.
Berbagai sirup instan, minuman botol rasa buah, atau teh kemasan sering jadi pilihan praktis saat buka puasa. Sayangnya, minuman jenis ini mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, pewarna, hingga pengawet. Mengonsumsi minuman manis berlebihan setelah puasa dapat memicu resistensi insulin yang berbahaya bagi penderita diabetes atau yang berisiko.
Pilih jus buah segar tanpa gula tambahan, atau air kelapa murni yang kaya elektrolit alami.
Kopi atau teh dengan takaran kafein tinggi sebaiknya dihindari saat sahur maupun berbuka. Kafein bersifat diuretik, yang dapat membuat tubuh cepat kehilangan cairan (dehidrasi). Selain itu, kafein merangsang asam lambung, yang berisiko mengganggu pencernaan selama puasa.
Jika ingin minum teh atau kopi, pilih teh herbal ringan atau kopi rendah kafein dengan porsi secukupnya, lebih baik setelah tarawih daripada saat berbuka langsung.
Beberapa orang mengira minuman berenergi dapat memberikan stamina tambahan saat puasa. Padahal, minuman ini mengandung kafein tinggi, gula berlebihan, serta bahan kimia sintetis yang justru membebani kerja ginjal dan hati. Efek stimulan berlebih juga bisa mengganggu kualitas tidur di malam hari.
Cukupkan kebutuhan energi dengan makanan bergizi seimbang dan tidur yang cukup, tanpa perlu bantuan minuman berenergi.
Es cendol, es teler, atau kolak bersantan memang jadi favorit Ramadan. Namun, santan dalam jumlah berlebihan, apalagi dalam kondisi dingin, dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, kembung, hingga naiknya kadar kolesterol. Kombinasi gula tinggi dan lemak dari santan juga berisiko menyebabkan penumpukan lemak di hati.
Batasi konsumsi minuman bersantan, atau buat versi lebih sehat dengan santan encer atau susu rendah lemak sebagai pengganti.
Puasa Ramadan adalah momentum menyucikan jiwa sekaligus menyehatkan tubuh. Dengan memilih minuman yang tepat, tubuh akan lebih segar, terhidrasi dengan baik, dan terhindar dari masalah kesehatan. Jadi, bijaklah memilih minuman saat berbuka maupun sahur, karena yang menyegarkan belum tentu menyehatkan.
Selalu utamakan air putih, jus buah alami tanpa gula, atau air kelapa murni sebagai pilihan utama untuk menemani puasa sehatmu.
Klinik Utama Sukosari Husada – Teman Setia Kesehatan Keluarga Anda
Cek terus tips sehat Ramadan lainnya di website dan Instagram kami!
2026-02-01 11:56:27
2025-10-26 13:41:27
Kesehatan
Gaya Hidup
Promo Diskon
Penyakit