Jl. Dr. Muwardi No.7, Pojok, Mulur, Bendosari, Sukoharjo
2025-06-21 13:46:17
Pernahkah Anda mendengar seseorang terkena stroke saat tidur, dan baru disadari saat bangun pagi? Kondisi ini dikenal sebagai stroke saat tidur atau wake-up stroke, yakni kondisi stroke yang terjadi selama seseorang sedang tidur dan seringkali terlambat ditangani karena tidak disadari secara langsung. Ini adalah kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian segera.
Mengetahui ciri-ciri stroke saat tidur sangat penting agar Anda atau orang terdekat dapat segera mendapatkan pertolongan medis sebelum kerusakan otak semakin parah.
Stroke saat tidur terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu selama seseorang sedang tidur, baik karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Karena terjadi saat tidak sadar, gejala stroke tidak langsung dikenali, dan ini dapat memperburuk kondisi jika terlambat ditangani.
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala stroke saat tidur yang perlu Anda waspadai:
Salah satu ciri utama adalah kekakuan, kelumpuhan, atau kelemahan pada satu sisi tubuh (biasanya tangan atau kaki).
Bisa juga disertai rasa kesemutan atau tidak dapat menggerakkan salah satu sisi tubuh.
Saat melihat ke cermin atau difoto, wajah tampak tidak seimbang atau salah satu sisi mulut turun ke bawah.
Pasien mungkin berbicara cadel, sulit menyusun kata-kata, atau bahkan tidak bisa bicara sama sekali saat bangun tidur.
Tiba-tiba sulit berdiri, berjalan, atau terasa goyah seperti orang sempoyongan.
Pandangan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan sebagian di salah satu mata.
Tidak bisa merespons pertanyaan dengan tepat, atau tampak linglung tanpa sebab yang jelas.
Karena tidak disadari saat terjadi, stroke saat tidur sering terlambat didiagnosis dan ditangani. Padahal, pengobatan stroke sangat bergantung pada “golden period”—waktu ideal maksimal 4,5 jam sejak gejala muncul untuk memberikan terapi trombolitik (penghancur bekuan darah).
Ketika seseorang bangun dalam kondisi sudah terkena stroke, dokter sulit mengetahui kapan tepatnya stroke terjadi, sehingga opsi pengobatan menjadi terbatas.
Jika Anda atau anggota keluarga bangun dengan gejala mencurigakan seperti lumpuh sebelah, bicara tidak jelas, atau wajah mencong, segera hubungi layanan darurat medis.
Jangan menunda atau menganggap ini sebagai gejala kelelahan biasa.
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pulih tanpa kecacatan.
Stroke saat tidur bisa terjadi tanpa disadari, namun dampaknya sangat serius. Mengenali gejalanya sedini mungkin dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen. Jika Anda memiliki riwayat stroke atau faktor risiko lain, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lanjutan dan strategi pencegahan.
2026-02-01 11:56:27
2025-10-26 13:41:27
Kesehatan
Gaya Hidup
Promo Diskon
Penyakit